Nguri-uri Budaya Jawa: Macapat Rutin di Girimulyo

Kulon Progo ? Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kulon Progo terus menggencarkan gerakan pelestarian kebudayaan Jawa melalui Sub Kegiatan Pembinaan, Pengembangan Bahasa dan Sastra. Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan adalah macapat rutin. Macapat rutin tersebut didanai sepenuhnya oleh Dana Keistimewaan DIY pada tahun anggaran 2022. Kegiatan macapat rutin kali ini memasuki putaran IX yang dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2022 di Sanggar Bodronoyo, Girimulyo, Kulon Progo. Kegiatan macapat rutin ini dilaksanakan di komplek Kapanewon Pengasih dan disiarkan secara langsung di kanal Youtube Dinas Kebudayaan Kulon Progo.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kulon Progo, Dra. Niken Probo Laras, S.Sos., M.H. yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Bahasa, Sastra, Sejarah, dan Permuseuman, Budi, S.I.P., M.M, menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan macapat rutin merupakan upaya untuk membina dan mengembangkan sastra di Kulon Progo, khususnya kapanewon Girimulyo. 

Pentas macapat kali ini diisi oleh para seniman dari Sanggar Bodronoyo yang melantunkan tembang Mijil dan Asmaradana dengan sangat indah. Selanjutnya penjelasan terkait makna tembang macapat disampaikan oleh M.D Mulyono., S. E selaku narasumber. Macapat rutin putaran IX di Girimulyo mampu menghadirkan warna baru dengan menampilkan tari angguk dan pembacaan geguritan sebagai pentas hiburan tambahan. Di belakang panggung tersebut juga ditampilkan video potensi-potensi pariwisata yang ada di Kapanewon Girimulyo.

Dengan terselenggaranya macapat rutin putaran IX di Girimulyo diharapkan mampu berdampak positif bagi masyarakat, mengenalkan potensi budaya di Girimulyo, dan memberikan ruang kepada para seniman untuk berekspresi. Pelaksanaan macapat rutin ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak dan menarik perhatian warga sekitar untuk mengenali sastra Jawa, khususnya macapat.

 

======================================================================

[TERJEMAHAN BAHASA INGGRIS]

Preserving Javanese Culture: Macapat Routine at Girimulyo

Kulon Progo ? The Kulon Progo Department of Culture (Kundha Kabudayan) continues to intensify the movement for the preservation of Javanese culture through the Guidance, Language, and Literature Development Sub-Activities. One of the routine activities carried out is regular macapat performance. The routine macapat is fully funded by the DIY Privileges Fund in the 2022 budget year. This macapat activity is entering round IX  was held on October 26, 2022, at the Bodronoyo Studio, Girimulyo, Kulon Progo. This routine macapat activity was held at the Kapanewon Pengasih office and was broadcast live on the Kulon Progo Culture Service Youtube channel.

The Head of the Kulon Progo Culture Office (Kundha Kabudayan), Dra. Niken Probo Laras, S.Sos., M.H. who in this case was represented by the Head of Language, Literature, History, and Museums, Budi, S.I.P., M.M, said in his speech that routine macapat activities were an effort to foster and develop Javanese literature in Kulon Progo, especially Kapanewon Girimulyo.

This macapat performance was filled with artists from Sanggar Bodronoyo who sang Mijil and Asmaradana beautifully. Furthermore, an explanation regarding the meaning of the macapat song was delivered by M.D Mulyono., S.E as the resource person. The routine Macapat round IX at Girimulyo brought a new color by performing the Angguk dance and geguritan (Javanese Poetry) reading as additional entertainment. Behind the stage, a video of the tourism potential in Kapanewon Girimulyo was also shown.

By holding the routine Macapat round IX in Girimulyo, it is hoped that it will have a positive impact on the community, introduce cultural potential in Girimulyo, and provide space for artists to express themselves. The implementation of this routine macapat received support from various people and attracted the attention of residents to recognize Javanese literature, especially macapat.