Meninjau Cagar Budaya Pesanggrahan Pakualaman & Pendhopo Labuhan

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo bersama dengan Puro Pakualaman meninjau Bangunan Cagar Budaya Pesanggrahan Pakualaman dan Pendhopo Labuhan di Glagah pada hari Kamis, 6 Februari 2020. Survei ini terkait dengan rencana Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo untuk melakukan Penataan Lingkungan Cagar Budaya Pesanggrahan Pakualaman. Penataan lingkungan tersebut dimaksudkan untuk mendukung pelestarian Upacara Adat Labuhan Puro Pakualaman yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya, Jumat (07/02/2020).

Tradisi Labuhan Puro Pakualaman sendiri merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh pihak Puro Pakualaman setiap tanggal 10 bulan suro dalam kalender jawa di Kawasan Pantai Glagah. Prosesi ini dimulai dengan kirab gunungan yang dimulai dari Pesanggrahan Pakualaman sampai ke Kawasan Pantai Glagah. Sebelum dilarung di pantai, gunungan terlebih dahulu di letakan di Pendhopo Labuhan untuk di doakan. Upacara adat ini dipercaya oleh masyarakat sekitar dapat mendatangkan berkah.

Rencananya pekerjaan yang akan dilakukan meliputi pemeliharaan bangunan pesanggrahan dan penataan pendhopo labuhan berupa perbaikan dan pemagaran pendhopo agar prosesi upacara adat labuhan dapat berlangsung lebih sakral.

Drs. Untung Waluya selaku Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) mengungkapkan bahwa maksud dari kegiatan Penataan Lingkungan Pesanggrahan Pakualaman ini  merupakan salah satu cara yang ditempuh agar prosesi upacara adat labuhan memiliki nilai kesakralan yang tinggi karena terkait dengan sedekah laut untuk penyelematan bumi dan alam semesta.

Sedangkan Puro Pakualaman yang diwakili oleh Penghageng Kawedanan Keprajan Pakualaman KPH Suryo Adinegoro atau Bayudono menyampaikan bahwa pihak Puro Pakualaman mendukung sepenuhnya kegiatan yang akan dilaksanakan. Menurut beliau, pembangunan yang akan dilaksanakan dapat menunjang prosesi upacara adat labuhan yang setiap tahunnya rutin dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya leluhur.