FGD PENGELOLAAN CAGAR BUDAYA

Wates - Selasa 28/07/2020, bertempat di Meeting Room, Hotel Kusuma Wates pada tanggal 28 - 29 Juli 2020, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Rencana Pelestarian, Pengembangan dan Pemanfaatan Kawasan Geoheritage dan Kawasan Cagar Budaya Eks Tambang Mangaan Kliripan. Peserta dalam kegiatan ini adalah OPD/Instansi Terkait, Kapanewon Kokap, Kapanewon Pengasih, Kalurahan Hargorejo dan beberapa Pedukuhan di sekitar lokasi Eks Tambang Mangaan Kliripan.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa dengan ditetapkannya sebuah kawasan menjadi Geoheritage, ataupun kawasan Cagar Budaya, maka Geoheritage tersebut harus dapat mensejahterakan masyarakat sehingga pendukungnya harus dipersiapkan dan hal ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Geoheritage harus dapat meningkatkan perekonomian kreatif setempat. Salah satunya melalui pengembangan pariwisata dan inovasi produk wisata lainnya. Selain itu, harus ada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mendukung Geoheritage tersebut sebagai sebuah destinasi. Pembangunan dan pengembangan Geoheritage Eks Tambang Mangaan Kliripan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah akan tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Pemanfaatan harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk melestarikan dan melindungi Geoheritage berharga ini.

Penyampaian Materi Dari Dra. Niken Probo Laras, S.Sos, M.H. Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo

Dalam FGD Pengelolaan Cagar Budaya ini narasumber yang dihadirkan antara lain : Dra. Niken Probo Laras, S.Sos, M.H (Kepala  Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Kabupaten Kulon Progo), Prof. Dr. Ir. Bambang Pratistho, M.Sc (Guru Besar/Dosen Geodinamika dan Geoheritage, UPN "Veteran" Yogyakarta) dan Sugeng Handoko (Pengelola Obyek Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunung Kidul).

Peserta FGD Pengelolaan Cagar Budaya Pelestarian, Pemanfaatan dan Pengembangan Eks Tambang Mangaan Kliripan