Sesorah atau pidato dlam bahasa jawa, saat ini sudah mulai ditinggalkan masyarakat, kalaupun masih ada, bisasanya sesorah digunakan pada waktu upacara adat resepsi pernikahan. Kondisi seperti ini tentu dirasa memprihatinkan oleh Pemerintah terutama Dinas Kebudayaan, karena Dinas Kebudayaan menjadi ujung tombak dalam pelestarian dan pengembangan kebudayan.
Untuk mengenalkan kembali sesorah kepada masyarakat, terutama generasi muda, Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo pada hari Rabu, (27/2) menggelar acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa dan Sastra di Taman Budaya Kulon Progo, Pengasih. Bimtek tersebut diikuti 60 peserta dari perwakilan guru SD, SMP, SMA, SMK dan perwakilan tokoh masyarkat dari 12 Kecamatan yang ada di Kulon Progo. Pada Bimtek tersebut Dinas Kebudayaan menggandeng dua narasumber untuk memberikan materi sesorah, kedua nara sumber tersebut adalah Eko Teguh Santosa, S.Pd dari Dinas Dikpora Kulon Progo dan R.Suhartana, S.Pd dari SMKI Yogyakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Eko menyampaikan dasar-dasar komunikasi dalam sesorah, karena komunikasi merupakan hal yang mendasar untuk dikuasai bagi seseorang dalam sesorah. Dengan menguasai komunikasi dengan baik maka apa yang akan disampaikan akan mudah diikuti oleh audiens. "komunikasi itu penting dalam pidato atau sesorah, maka kita harus menguasai dasar-dasar dalam komunikasi, agar materi apa yang kita bawa bisa sampai ke audiens." jelas Eko.
Sementara Suhartana dalam materinya menyampaikan tentang salah kaprah di masyarakat dalam sesorah. Menurut Suhartana, saat ini sudah terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dalam sesorah yang dianggap benar di kalangan masyarakat, hal ini disebut salah kaprah. "Jika salah kaprah ini terus berlanjut dan tudak ada yang meluruskan maka selamanya kita dan generasi kita akan selalu salah dalam sesorah. Memang berat untuk meluruskan, dan malah kadang dianggap salah, tapi kita harus berani untuk meluruskan." papar Suhartana.
Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Drs. Untung Waluya dalam kesempatan tersebut meangatkan bahwa pelestarian, pembinaan dan pengembangan budaya merupakan kebijakan Dinas Kebudayaan yang bertujuan agar kebudayaan dan budi pekerti bisa diterapkan masyarakat khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta. Harapannya dengan diadakan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa dan Sastra yang diikuti guru dan tokoh masyarakat ini nantinya akan lebih cepat di sosialisasikan kepada anak didik serta masyarakat.
Detail Berita
DISBUD GELAR BIMTEK SESORAH
UPT Taman Budaya
Berita
01 Maret 2019 10:02:25
Source: disbud