Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

DIY MINIM PENUIS NASKAH KETHOPRAK

UPT Taman Budaya
Berita
14 Maret 2019 16:37:47

Image Berita


Saat ini jumlah penulis naskah kethoprak di DIY semakin sedikit, bukan tidak mungkin beberapa tahun kedepan DIY bisa saja tidak ada penulis naskah kethoprak. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka harus ada regenerasi penulis naskah kethoprak di tiap kabupaten/ kota di DIY. Penuis nasakah merupakan hal yang sangat penting untuk pelestarian kethoprak yang merupakan salah satu budayadi DIY.
Menurut Bondan Nusantara, minimnya penulis naskah disebabkan minimnya generasi muda dalamhal menguasai bahasa Jawa terutama karma inggil. Memang tidak bisa dipungkiri pada naskah kethoprak memerlukan bahasa Jawa karma inggil, namun sebenarnya hal tersebut bisa diantisipasi dengan mengambil cerita tentang keseharian penduduk, sehingga cukup menggunakan bahasa jawa karma madya. Hal tersebutdiungkapkan Bondan dalam workshop penuisan naskah kethoprak di Taman Budaya Kulon Progo, Kamis (14/3) yang di ikuti oleh perwakilan kontingen kethoprak dari 12 kecamatan se Kulon Progo.
"Harus kita mulai untuk memberanikanmenulis naskah sendiri, Gunungkidul dan Bantul sudah berjalan duatahun ini, sekarang Kulon Progo harus bisa memunculkan penuis naskah kethoprak. Dari nakah yang dibuat nantinya akan dipentaskandalam festival kethoprak tingkat Kabupaten, saya akan damping dan memberi masukan kepada penulis sampai naskah siap dipentaskan." terang Bondan.
Dengan bimbingan dan pendampingan ini diharapkan kedepan akan muncul penulis-penulis naskah kethoprak muda yang berkualitas, sehingga regenerasi penulis naskah kethoprak bisa berjalan dengan baik. Dalam kesempatan tersebut para penulis naskah berkesempatan untuk konsultasi dengan Bondanvia e-mail dari awal penulisan sampainaskah siap dipentaskan.
Utuk tahapawal, penulis diperbolehkan untuk menggarap uang naskah yang sudah ada dengan seijin penulisnya. " Tidak harus membuat naskah sendiri dari awal, boleh menggarap ulang naskah-naskah yang sudah ada, nggak masalah asal tetap mencantumkannama penulisaslinya, besok kalau sudah bisa menulis dengan baikmulai belajar menulis naskah sendiri." tutup Bondan.

Source: disbud

WhatsApp Chat