Kulon Progo – Sebuah pertunjukan seni yang mengagumkan kembali meriahkan Kapanewon Temon dari pagi hingga malam pada Senin, 13 November 2023. Acara ini menjadi panggung bagi bakat dari siswa-siswi SD di Kapanewon Temon untuk mempersembahkan kekayaan seni di Halaman SD Negeri Palihan Lor.
Di bawah koordinasi KKKS Kapanewon Temon, peserta dari berbagai sekolah telah berhasil memukau penonton dengan penampilan seni yang merefleksikan keragaman seni di wilayah Kapanewon Temon. Tak hanya itu, pagelaran jathilan dari Sanggar Syailendra, Kalidengen, turut menyemarakkan suasana dari siang hingga sore hari.

Pentas seni ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju puncak acara utama, "Gelar Macapat Kapanewon Temon", yang menjadi sorotan utama pada malam harinya. Diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo melalui Sub Kegiatan Pembinaan, Pengembangan Bahasa dan Sastra, gelaran ini menandai penutup dari serangkaian 12 Kapanewon lainnya. Dukungan Dana Keistimewaan anggaran 2023 turut memberikan warna bagi pelestarian budaya melalui seni tradisional ini.

"Acara ini merupakan upaya nyata kita bersama untuk terus mempertahankan warisan budaya Jawa kita yaitu macapat dan diharapkan acara ini dapat menjadi salah satu langkah awal menumbuhkan pengetahuan dan rasa cinta terhadap macapat pada para generasi muda,” ujar Kepala Bidang Bahasa, Sastra, Sejarah, dan Permuseuman, Budi S.I.P., M.M. mewakili Plt. Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kulon Progo dalam sambutannya pada acara tersebut. Pada kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan buku antologi macapat Ndhudhah Mutiyara Siningit: Damar Murup kepada Panewu Temon.

Partisipasi aktif siswa-siswi dan guru dari beberapa SD seperti SD Negeri Palihan Lor, SD Negeri Temon, SD Negeri Janten, dan SD Muhammadiyah Kulur dalam mempertunjukkan macapat yang memukau, menjadi bukti bahwa generasi saat ini memiliki kecintaan dan pemahaman mendalam terhadap seni tradisional. Narasumber yang ditunjuk memberikan penjelasan mendalam akan makna dari setiap tembang yang dibawakan oleh para pelaku seni.

Tidak hanya menembangkan macapat, dua siswa yang ditunjuk ternyata juga mampu membawakan geguritan dengan sangat menjiwai sebagai hiburan antarkelompok penyaji macapat. Mereka juga menunjukkan potensi seni yang dimiliki dengan penampilan tari-tarian dan angklung pada pra acara yang mampu menarik antusias penonton untuk mendekat dan menyaksikan Gelar Macapat Kapanewon Temon ini.

Gelar Macapat Kapanewon Temon bukan hanya sekedar pertunjukan seni, namun juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk lebih mendalami serta memperkenalkan keindahan macapat kepada khalayak luas. Kehadiran masyarakat yang antusias turut membuktikan pentingnya pelestarian seni macapat dalam kehidupan sehari-hari. Acara ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan penonton mengenai makna tembang macapat dan mendorong implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan Budi, S.I.P., M.M., dalam sambutannya yang menambahkan bahwa Gelar Macapat ini diharapkan para siswa dan penonton dapat mengetahui dan memahami isi kandungan tembang macapat dan dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari hari.

Kesuksesan acara Gelar Macapat Kapanewon Temon tecermin dari partisipasi yang meriah dari penonton dan jumlah peserta yang sangat banyak. Tentunya, acara Gelar Macapat Kapanewon Temon ini tidak hanya menjadi momentum berharga untuk memperkenalkan dan melestarikan seni tradisional, tetapi juga menghadirkan harapan akan kelangsungan budaya dan identitas lokal yang kaya. Harapan kami adalah agar acara ini tidak hanya menjadi sekadar ajang pertunjukan, melainkan menjadi pijakan bagi generasi muda untuk terus menggali, menghargai, dan mewariskan kekayaan seni dan budaya tradisional terutama macapat kepada generasi mendatang. Semoga Gelar Macapat Kapanewon Temon menjadi inspirasi bagi upaya pelestarian warisan budaya yang tak ternilai harganya di masa yang akan datang.
Sebagai penutup yang memukau, tarian Angguk dibawakan oleh Angguk Sekar Arum dari Palihan, Temon. Para penari dengan kecantikan dan keluwesan yang luar biasa berhasil menyuguhkan tarian ini, disambut dengan sorak sorai dan tepuk tangan meriah dari para penonton yang terpesona dengan penampilan yang memukau.