Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

Nyadran Joyo Kusumo 2026

Admin Web OPD
Berita
12 Agustus 2026 09:08:32

Image Berita


Kulon Progo - Pangeran Joyokusumo adalah putra dari Sultan Hamengkubowono II dan Mas Ayu Sunarsonowati. Beliau merupakan penasehat militer dan ahli strategi bagi Pangeran Diponegoro. Pangeran Joyokusumo gugur dalam pertempuran di Gunung Kelir pada 21 September 1829, dalam penyergapan pasukan Belanda. Kepala Pangeran Joyokusumo dimakamkan di Banyusumurup, Imogiri, Bantul dan tubuhnya dimakamkan di Sengir, Kalirejo, Kokap, Kulon Progo.

Untuk mengenang jasa-jasa perjuangan Pangeran Joyokusumo dalam melawan penjajah Belanda diselenggarakan upacara kirim doa di makam Pangeran Joyokusumo yang diselenggarakan setiap bulan Sapar dengan mengambil hari Kamis Wage. Masyarakat sekitar Makam Joyokusumo, yaitu Padukuhan Sengir, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap dan sekitarnya sampai sekarang masih menyelenggarakan Upacara Adat Nyadran Makam Joyokusumo.

Masyarakat Padukuhan Sengir, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap dan sekitar Makam Pangeran Joyokusumo menyelenggarakan Upacara Adat Nyadran Makam Joyokusumo pada Selasa Kliwon, 11 Agustus 2026.

Upacara Adat Nyadran Makam Joyokusumo merupakan salah satu upacara adat Ikonik di Kulon Progo yang sudah bersertifikat Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementrian Kebudayaan.

Kegiatan Nyadran Makam Joyokusumo diawali dengan penyembelihan kambing yang dilakukan oleh petugas yang ditunjuk oleh panitia dan dimasak oleh bapak-bapak, namun terdapat keunikan tersendiri dari Upacara Adat Nyadran Makam Joyokusumo, yaitu daging kambing tidak boleh dicicipi, karena menurut kepercayaan warga sekitar hal ini merupakan pantangan. Acara dilanjutkan dengan kirab budaya menuju Kompleks Makam Pangeran Joyokusumo, umbul donga (do'a bersama) dan kembul bujana (makan bersama), serta acara di tutup dengan pentas seni Jathilan di malam harinya oleh grup kesenian warga masyarakat sekitar.

Kegiatan Nyadran Makam Joyokusumo difasilitasi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo melalui anggaran Dana Keistimewaan Tahun 2026. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat mendorong pelaku seni budaya untuk melestarikan adat tradisi serta mampu meningkatkan perekonomian melalui pedagang dan UMKM.

Source: Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan)

WhatsApp Chat