Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

Workshop Seni Rupa

UPT Taman Budaya
Berita
27 Mei 2022 00:00:00

Image Berita


Gelaran pameran seni rupa tahunan Kulon Progo Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kulon Progo yang lebih dikenal dengan Kulon Progo Annual ART (KPAA) harus memiliki ciri khas tersendiri sesuai dengan kearifan lokal yang dimiliki. Tak hanya kearifan lokal, Kulon progo juga memiliki topografi dan letak georgrafis yang berbeda dari Kabupaten/Kota di DIY. Hal ini yang harus digali sebagai unggulan dalam menyajikan karya-karya seni rupa di Kulon Progo.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bambang Witjaksono, yang lebih dikenal sebagai Bambang Toko dalam paparan workshop seni rupa pre event KPAA2022 di kompleks Taman Budaya Kulon Progo (TBK) Rabu, (25/5). Dari paparan tersebut Bambang Toko mengungkap sisi-sisi Kulon progo dari segi kearifan lokal yang ada di Kulon Progo sampai topografi yang memiliki daerah perbukitan hingga bentang pantai. Dari paparan tersebut, sebagai Kurator KPAA 2022 bambang melontarkan tema yang akan diusung dalam gelaran KPAA 2022 dengan tema “Tandang Gawe”.

“Dengan tema Tandang Gawe kami yakin perupa Kulon Progo mampu menyajikan karya-karya yang bisa menjadi transfer of knowledgemengenai perubahan social, budaya, ekonomi, dll terutama yang terjadi di wilayah Kulon Progo kepada masyarakat yang menikmati pameran KPAA 2022 yang akan dating”, papar Bambang.

Sementara, I Gede Arya Sucitra dalam pengantar kuratorialnya menjelaskan bahwa di era postmodern, ruang dialektika kearifan lokal di medan seni rupa kontemporer, dapat menjadi koordinat konsep kreativitas seni. “ Representasi kearifan lokal merupakan budaya yang dimiliki oleh masyarakat tertentu yang dianggap mampu bertahan dalam arus globalisasi, karena kearifan local tersebut mengandung nilai-nilai yang dapat dijadikan sebagai sarana pembangunan karakter bangsa. Hal ini penting di zaman keterbukaan informasi dan komunikasi saat ini, jika tidak disikapi dengan baik, maka akan berakibat hilangnya kearifan lokal sebagai jati diri dan identitas bangsa”, jelas Arya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kulon Progo, Dra. Niken Probo Laras, S.Sos., M.H. merasa senang dapat menghadirkan dua orang kurator yang berasal dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta, sehingga workshop seni rupa dihadiri oleh 60 orang peserta. “Saya berharap dengan workshop ini para perupa bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih dari para kurator, apalagi Pak Bambang adalah kurator ArtJog dan kurator bandara YIA, jadi tentu akan banyak pengetahuan yang akan diberikan kepada perupa Kulon Progo”, kata Niken.

Dalam workshop yang dihadiri sekitar 60 orang tersebut juga menghadirkan narasumber Daru Artana dari Jogja Gallery, dalam kesempatan tersebut Daru memberikan materi seputar pengelolaan sebuah pameran dan display karya dalam sebuah pameran seni rupa. (***)

Source: Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo

WhatsApp Chat